Fenomena kehidupan yang kita hadapi dan jalani selama ini, banyak perilaku yang kita temukan baik secara langsung maupun tidak langsung, kadang-kadang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada, atau bahkan saling bertentangan satu sama lain. Apakah ini sebuah tantangan yang harus kita hadapi dalan menjalani kehidupan….? Jika iya dan kita menang, berbahagialah kita karena memenangi salah satu pertarungan yaitu nafsu.
Sering kita jumpai, bahwa seorang laki-laki dengan bangganya dengan mengatakan bahwa gerpoligami itu merupakan sunatullah. Apakah betul Rosullullah Saw berpoligami……? Seperti telah kita ketahui bersama bahwa Rosullullah Saw memiliki istri lebih dari satu alias berpoligami. Tetapi jika kita memaknai dan memahami perjalanan hidup Rosullullah Saw, beliau melakukan poligami bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan nafsu belaka, akan tetapi beliau melakukan poligami dengan tujuan untuk memuliakan dan menghargai harkat, derajat dan martabat wanita. Bagaimana dengan kita……???
Berpoligami pada zaman sekarang yangsebagian kecil dilakukan oleh laki-laki, hanya unuk memenuhi tujuan nafsu belaka. Berbagai macam dalil diucapkan. Berbagai macam firman Allah di tafsirkan menurut mereka sendiri. Berbagai sabda nabi diterjemahkan menurut fersinya dan berbagai macam dokrin dilakukan dengan tujuan untuk menaklukkan hati sebagian wanita dengan tujuan agar mau dipoligami. Pernah saya mengikuti seminar tentang poligami di masjid arh jakara beberpa tahun yang lalu, salah satu nara sumber yang berpoligami dengan mengutip salah satu ayat suci al-qur’an berpendapat bahwa, “barang siapa (wanita) yang tidak mau dipoligami, maka sama artinya dengan pengingkaran terhadap kitap suci al-qur’an.
Ada juga yang berpendapat bahwa, jika istri yang pertama memberikan ijin atau mengihklaskan kepada suaminya untuk berpoligami, maka istri yang pertama tersebut akan masuk surga. Apakah segampang itu untuk masuk surga…..? apakah sebuah keihklasan tersebut bisa dipelihara sepanjang hidup….? Apakah didalam menjalani hidup berpoligami, selalutidak ada masalah….? bagaimana sang suami didalam memenuhi kebutuhan lahirian dan batiniyah…? apakah semua istrinya legowo…? bukankah manusia itu selalu dipenuhi nafsu dan egoisme…? apakah pilihan untuk jadi istri yang pertama itu hukan merupakan ke-egoisan…..?
Jika didalam memenuhi kebutuhan lahirian dan batiniyah didalam menjalani hidup berpoligami, seorang suami pasti membuat jadwal. Apakah semua istrinya dengan jadwal yang dibuat suami menyetujui dengan ihklas walaupun telah dimusyawarahkan bersama…..? Apakah kata-kata istri “yo wis lah” itu sebuah keihklasan…?Bagaimana kalau salah satu istri ada yang sakit dan minta perhatian yang khusus….? Bagaimana kalau ada dua istri atau lebih mengalami sakit dan minta perhatian yang sama…? bagaimana sang suami membagi waktunya….? Bagaimana kalau sang istri yang sakit minta pelukan dan kecupan sayang yang sama….? pada saat yang sama….? pada detik yang sama….? pada menit yang sama…? pada jam yang sama…? pada hari yang sama…? pada bulan yang sama….? Apakah sang suami bisa memenuhi kebutuhan itu semua…? bukankah berpoligami itu harus adil….? adil menurut siapa….? adil menurut suami….? adil menurut istri….? adil menurut istri yang pertama…? adil menurut istri yang kedua…? adil menurut istri yang ketiga….? adil menurut istri yang keempat….? atau adil menurut Allah SWT….? Apakah kita tahu, adil menurut Allah SWT…? Adil yang bagaimana yang diinginkan oleh Allah SWT…?
Hidup berpoligami juga menjadi beban psikologis, baik itu oleh suami, para istri danketurunannya (anaknya). Si anak lah yang menanggung beban psikologis yang sangat berat. Orang tuanya yang berbuat tapi anaknya yang menaggung. Bagaimana kalau anaknya tersebut ketemu kawan-kawannya dan diledekin, “bapakmu istrinya banyak…..”. sungguh ironi.
Hasil penelitian dan pengkajian yang mendalam atas kitap suci al-qur’an dan hadits Rosullullah Saw yang dilakukan oleh para cendekiawan dan cendekiawati muslim, disimpulkan bahwa ber-MONOGAMI atau BERISTRI SATU, adalah pilihan yang tepat dan adil dan lebih utama dan merupakan anjuran Allah SWT. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 3, “kawinlah kami dengan wanita yang baik bagimu, dua, tiga dan empat”.
apakah anda masih mau berpoligami…..? perlu pemikiran yang yang matang lah apabila kita ingin berpoligami. apakah kita bisa memenuhi keadilan…? kalau tidak……..gak usahlah berpoligami. titik.