Seperti biasanya, bahwa setiap hari sabtu pagi, saya melakukan olah raga lari pagi di ring road stadion yang paling guede di seluruh indonesia. Pada tanggal 05 juni 2010, saya sampai di tempat olah raga sekitar jam 09.00 wib. Setelah parkir motor, saya bergegas ke tempat ganti pakaian untuk melepas jaket dan celana panjang dan sekaligus menitipkannya. Setelah bergati pakaian, saya melakukan peregangan otot yang dilanjutkan dengan lari.
Pada hari itu kondisi cuaca memang lumayan panas dan tetap semangat, sehingga lari sekali putaran, badan sudah mengeluarkan keringat yang cukup banyak. Setelah 4 kali putaran dan dilanjutkan dengan 2 kali jalan kaki, badan sudah terasa kekurangan air alias dehidrasi dan kebetulan saya juga belum sarapan. Untuk itu saya mencari air minum dan sekaligus dilanjutkan dengan sarapan.
Disekitar tempat lari, banyak makanan dan minuman yang dijajakan oleh penjual, antara lain : ada ketupat sayur, bubur ayam, mie ayam, siomay, pecel madiun, penjual mainan, tukang sulap yang menunjukkan keahliannya dan tak luput penjual air minum dalam kemasan. Seperti biasa, sarapan saya adalah pecel madiun, yaitu makanan yang banyak sayurnya. Sambil menikmati pecel madiun, datanglah seorang petugas berseragam (keamanan) yang mondar-mandir alias ngalor ngidul didepan pedagang makanan dan minuman tersebut. Setelah ngalor-ngidul, petugas tersebut mendekati pedagang katupat sayur. Sang pedagang bertanya, “ada apa..?”. Dan petugas tersebut menjawab, “tolong dibungkus satu”. Setelah itu, petugas tersebut melihat pedagang sebelahnya yaitu pedagang pecel madiun dan bertanya kepada padagang ketupat sayur, “yang jual ini siapa?’. Dan di jawab oleh pedagang ketupat sayur, “tuch…”, sambil menunjuk pedagang sebelahnya. Tapi pedagang yang ditunjuk tersebut cuek aja karena lagi makan mie ayam. Bertanya lagilah petugas tersebut ke pedagang ketupat sayur. Barulah ada tanggapan dari pedagang pecel madiun, dijawablah oleh pedagang pecel, “mau…..?”, dan pedagang pecel tersebut membungkuskannya satu porsi. Rupanya masih kurang sehigga petugas tersebut mendekati pedagang mie ayam dan bilang “tolong dibungkus satu ya…” Setelah bungkusannya siap, maka petugas tersebut pergi dan membawa tiga bungkus makanan dan satu botol air minum. Yang anehnya, pedagang tersebut tidak mengeluarikan selembar rupiah pun untuk mengganti tiga bungkus makanan dan satu botol minuman. Akhirnya saya bertanya kesalah satu pedagang, “koq gak bayar…?”. Pedagang tersebut menjawab, “udah biasa mas, emang begitu”. o…o….o…. nelongso atiku. Akhirnya pedagang tesebut cerita banyak tentang kejadian-kejadian yang lebih aneh lagi yang bisa membikin hati kita merinding. Salah satunya, pada pagi hari petugas (keamanan) tersebut minta makan dan minum gratis, dan pada siang harinya semua dagangan disita alias dirazia, bahkan kursinya pun juga disita. Sungguh menyakitkan……. Akhirnya saya berfikir dan bertanya dalam hati, “apakah ini yang namanya preman berseragam”. …..????????????